Standar Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2021

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik sesuai dengan asas penyelenggaraan pemerintah yang baik, dan guna mewujudkan kepastian hak dan kewajiban berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan, setiap penyelenggaran Pelayanan Publik wajib menetapkan Standar Pelayanan Publik berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No.15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan.

Ditulis pada Berita | Tag , , | Komentar Dinonaktifkan pada Standar Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2021

Standart Pelayanan Publik 2020

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Pelayanan Publik sesuai dengan asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan guna mewujudkan kepastian hak dan kewajiban berbagai pihak terkait Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun menetapkan Standar Pelayanan Publik Tahun 2020

Ditulis pada Informasi Setiap Saat, Layanan Publik | Komentar Dinonaktifkan pada Standart Pelayanan Publik 2020

Nilai Standart Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik Tahun 2021

Nilai Standart Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik Tahun 2021 Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun hasil kerjasama dengan PT.Kokek

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada Nilai Standart Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik Tahun 2021

Nilai Standart Kepuasan Masyarakat Tahun 2021

Nilai Standart Kepuasan Masyarakat Tahun 2021 Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun hasil kerjasama dengan PT.Kokek.

Ditulis pada Berita | Tag , , | Komentar Dinonaktifkan pada Nilai Standart Kepuasan Masyarakat Tahun 2021

Pemkab Kulon Progo Ingin Tahu Perkembangan Madiun yang Bersolek

Pemkab Kulon Progo Ingin Tahu Perkembangan Madiun yang Bersolek
Kawasan pedestrian Jalan Pahlawan, Kota Madiun. (Foto: Bambang Jati/sorot.co)

Madiun,(kulonprogo.sorot.co)–Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (14/12/2020). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengetahui cara Pemkot Madiun yang merubah konsep tata kota ikon Madiun, yakni Jalan Pahlawan.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) Diskominfo Kulon Progo, Bambang Susilo mengatakan bila Pemkab Kulon Progo tertarik dengan wajah baru Jalan Pahlawan yang saat ini disebut Pahlawan Street Centre. Saat ini, tampak Jalan Pahlawan mirip dengan kawasan Malioboro, Yogyakarta, sehingga sering disebut sebagai Malioboro van Madiun.

“Kami ingin mencari wawasan tambahan soal perencanaan dan pelaksanaan penataan ulang perkotaan. Saat ini Jalan Pahlawan di Madiun sedang trending dan banyak diperbincangkan karena dianggap sukses bersolek,” kata Bambang, Senin (14/12/2020).

Kulon Progo, kata Bambang, seiring dengan perkambangan pembangunan memerlukan penataan kota yang lebih bisa menampung kepentingan semua pihak. Terlebih keberadaan bandara baru harus didukung dengan tata kota yang juga baru. 

“Kami juga ingin tahu, penataan Kota Madiun ini bersumber dari mana saja dananya dan juga pengelolaannya seperti apa,” imbuh Bambang.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun, Jariyanto menyebut bila penataan ulang ini merupakan salah satu upaya Pemkot Madiun untuk mengangkat seluruh potensi setempat yang ada. Program ini juga merupakan salah satu implementasi atas visi misi Wali Kota Madiun, Maidi yakni Panca Karya.

Adapun konsep penataan kawasan Jalan Pahlawan yang merupakan pusat Kota Madiun memang sengaja disulap layaknya kawasan Malioboro. Lengkap dengan kawasan pedestrian, pujasera dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

“Memang tujuannya untuk mempercantik Kota Madiun agar menjadi tujuan pariwisata. Selain itu, di Pahlawan Street Centre kami juga ajak pelaku UMKM asli Madiun untuk mempromosikan produknya dengan ditempatkan di kawasan pujasera,” terang Jariyanto.

Pengembangan area kawasan perkotaan Madiun, lanjut Jariyanto, tak hanya berfokus pada Jalan Pahlawan saja. Melainkan menyasar sejumlah kawasan yang memiliki akses dengan Jalan Pahlawan. Termasuk mengembangkan area Kampung Pendekar.

“Di Madiun selain UMKM nya, sumber daya manusia juga patut ditonjolkan. Tahun depan akan dimulai pengembangan kawasan Kampung Pendekar sebagai realisasi menonjolkan SDM Kota Madiun,” terang Jariyanto.

Jariyanto mengatakan bila dengan pengembangan area perkotaan dan penataan ulang ini, Pemkot Madiun optimis mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, saat ini sumber PAD Kota Madiun disumbang paling banyak dari sektor perpajakan.

Penataan ulang kawasan perkotaan ini mulai dicanangkan pada akhir tahun 2019 dengan target rampung pada tahun 2020. Namun lantaran pandemi covid-19, target penyelesaian tata kota Madiun diundur hingga tahun 2021 mendatang.

“Karena ada re-focusing dana Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD), maka untuk pelaksanaan tata kota ini kemudian dilaksanakan secara berkala sesuai dana yang ada. Kami berharap pandemi tidak semakin memburuk agar target rampung pada 2021 bisa terealisasi,” tutup Jariyanto.

Sumber : Sorot KulonProgo oleh : bambang-jati

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada Pemkab Kulon Progo Ingin Tahu Perkembangan Madiun yang Bersolek

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Diskominfo Kulon Progo Bertolak ke Madiun dan Pacitan

Pemkab Kulon Progo melalui Diskominfo Kulon Progo melakukan kunjungan kerja ke Disparpora Kabupaten Pacitan Selasa (15/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO – Guna meningkatkan perekonomian dari sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan yang berada di Provinsi Jawa Timur. 

Dalam kunjungannya ke Pemkot Madiun, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistika (IKPS), Diskominfo Kulon Progo, Bambang Susilo mengatakan pihaknya ingin mengetahui konsep penataan pedestrian Pahlawan Street Center yang mengambil konsep pedestrian Malioboro di Yogyakarta. 

Pahlawan Street Center merupakan salah satu destinasi wisata yang saat ini sedang hits dan cukup banyak menjadi perbincangan. 

Oleh sebab itu, pihaknya ingin mempelajari terkait pengelolaannya. 

Harapannya bisa menjadi acuan satu di antara konsep penataan wisata Kabupaten Kulon Progo ke depannya. 

“Kami ingin mencari wawasan tambahan soal perencanaan dan pelaksanaan penataan ulang perkotaan. Jalan Pahlawan saat ini banyak perbincangan karena penataannya yang mirip dengan Malioboro namun berada di Madiun,” katanya Senin (14/12/2020). 

Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun, Agus Trisukamto mengatakan Pemkot Madiun terus melakukan pembangunan untuk mempercantik beberapa titik kawasan.

Satu di antaranya di Pedestrian Pahlawan Street Center. 

Pedestrian yang dibangun sejak 2019 lalu tersebut kini telah mencapai 75 persen. 

Sumber :

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih



Artikel ini telah tayang di Tribun.com dengan judul Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Diskominfo Kulon Progo Bertolak ke Madiun dan Pacitan
Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti





Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Diskominfo Kulon Progo Bertolak ke Madiun dan Pacitan

Wajah Baru Pedestrian Kota Madiun Usung Konsep Malioboro

Pemerintah Kota Madiun sedang gencar menata wajah perkotaan dengan konsep yang lebih indah, tertib, dan cantik. Ada beberapa tempat di kota Madiun yang kini lebih menarik salah satunya yakni Pahlawan Street Center yang berada di Jalan Pahlawan depan Balai Kota Madiun. Pedestrian di daerah tersebut ditata seperti di kawasan Malioboro, Jogjakarta.

Riski Septianto Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun menyampaikan Pedestarian Pahlawan Street Center yang mengusung konsep pedestarian Malioboro, Yogyakarta.

Meskipun konsepnya adalah pelestarian Malioboro, namun di Madiun terdapat tambahan ikon dunia seperti Taman Marlion, Miniatur Ka’bah dan Menara Eiffel, “katanya.

Jalan Pahlawan yang selama ini dikenal sebagai pusat pemerintahan dan pusat pemerintahan kini semakin lengkap dengan adanya Pusat Jalan Pahlawan. Maka tidak heran jika banyak dari daerah lain tertarik untuk mengunjungi kota yang berjuluk Kota Pendekar tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Paguyuban Wartawan Kulon Progo melaksanakan kunker ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kota Madiun. (Senin, 14/12/2020).

Kabid IKPS Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo, Bambang Susilo, menyatakan dengan adanya kunker ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun diharapkan dapat memberikan masukan dalam penataan kawasan di Kabupaten Kulon Progo.

Sekretariat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Jariyanto mengungkapkan bahwa pembangunan pedestrian di Kota Madiun yang mulai digarap akhir tahun 2019 tersebut berasal dari dana APBD, dan menghabiskan dana sekitar 20 milyar.

Pembangunan dilakukan secara seimbang bukan hanya infrastruktur namun juga ada sektor ekonomi seperti UMKM, dan juga bidang pendidikan, “katanya.

Jariyanto menambahkan bahwa UMKM di Pedestrian sudah berjalan, dan tanpa adanya penarikan retribusi agar tidak memberatkan pelaku UMKM.

“Kami berharap dengan adanya Pedestrian di Kota Madiun dapat menumbuhkan perekonomian melalui UMKM yang sudah berjalan dan tempat rekreasi bagi masyarakat,” ujar Jariyanto. MC Kulon Progo / Tiara / Hry.

Sumber : Diskominfo, by Mcharry

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada Wajah Baru Pedestrian Kota Madiun Usung Konsep Malioboro

Belajar Penataan Perkotaan, Pemkab Kulonprogo Kunjungi Malioboronya Madiun

sejumlah wisatawan menikmati kawasan pedestrian di Kota Madiun (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo studi banding penataan kawasan perkotaan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur. Referensi yang diperoleh akan menjadi masukan dalam perencanaan pembangunan di Kulonprogo.

Kabid Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) Diskominfo Kabupaten Kulonprogo, Bambang Susilo mengatakan, Kota Madiun telah sukses dalam penataan kota. Tidak hanya mampu mewujudkan Malioboro di Madiun, namun juga kawasan pedestrian yang terintegrasi dengan pusat ekonomi dan wisata. 

“Kami ingin belajar bagaimana mengembangkan kawasan perkotaan yang menghadirkan pedestrian, pusat ekonomi hingga pariwisata dalam satu kawasan,” kata Bambang saat melakukan studi banding di Madiun, Selasa (16/12/2020).

Kehadian Bandara YIA di Kulonprogo, kata Bambang menjadi pintu masuknya wisatawan ke Yogyakarta. Bupati Kulonprogo telah mendorong segala potensi yang ada untuk dikembangkan. Harapannya wisatawan juga singgah dan tidak sekedar lewat.

“Kami sedang kembangkan jalur Bedah Menoreh menghubungkan Bandara dengan Candi Borobudur,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Download aplikasi Inews.id untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
https://www.inews.id/apps

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada Belajar Penataan Perkotaan, Pemkab Kulonprogo Kunjungi Malioboronya Madiun

Pemkot Madiun percantik bernuansa Malioboro Yogyakarta

Madiun, Kabarno.com – Belasan Wartawan baik cetak, on line maupun elektronik yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK) melaksanakan kunker ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kota Madiun Senin,14 Desember 2020.

“Pemerintah Kota Madiun saat ini sedang menata wajah perkotaan dengan konsep yang lebih indah, tertib, dan cantik. Ada beberapa tempat di kota Madiun yang kini lebih menarik salah satunya yakni Pahlawan Street Center yang berada di Jalan Pahlawan tepatnya di depan Balai Kota Madiun. Pedestrian di daerah tersebut ditata seperti di kawasan Malioboro, Yogyakarta,” dikatakan Riski Septianto Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun.

Menurutnya di Madiun terdapat tambahan icon dunia seperti Marlion Park, Miniatur Ka’bah dan Menara Eiffel. Jalan Pahlawan yang selama ini dikenal sebagai pusat pemerintahan dan pusat perbelanjaan kini semakin lengkap dengan adanya Pahlawan Street Center. Maka tidak heran jika banyak dari daerah lain tertarik untuk mengunjungi kota yang berjuluk Kota Pendekar tersebut.

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Jariyanto mengungkapkan, pembangunan pedestrian di Kota Madiun mulai digarap akhir tahun 2019 tersebut berasal dari dana APBD, dan menghabiskan dana sekitar 20 milyar.

Jariyanto menambahkan bahwa UMKM di kawasan ini sudah berjalan, dan tanpa adanya penarikan retribusi agar tidak memberatkan pelaku UMKM. Harapannya dengan adanya Pedestrian di Kota Madiun dapat menumbuhkan perekonomian melalui UMKM yang sudah berjalan dan tempat rekreasi bagi masyarakat.(yah)

Sumber : Kabarno.com by Yadi Haryadi

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada Pemkot Madiun percantik bernuansa Malioboro Yogyakarta

Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan Kunjungi Sumber Wangi Bersama Kepala Dinas PUTR Kota Madiun

MADIUN – Perubahan di Jalan Pahlawan memang menarik perhatian daerah lain. Terbaru, Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan datang meninjau, Senin (5/10). Tujuanya sama menggali informasi terkait pembangunan Taman Sumber Wangi dan Pahlawan Street Centre untuk diaplikasikan di Kabupaten Pekalongan.

‘’Prinsipnya sama dengan kunjungan dari daerah lain ke Kota Madiun, kami ingin melihat langsung pembangunan di kota ini untuk diaplikasikan di daerah kami,’’ kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir.

Munir bersama rombongan sejatinya sudah di Kota Madiun sejak Minggu kemarin. Malamnya, melihat Pahlawan Street Centre dan Taman Sumber Wangi. Kedua tempat destinasi wisata baru di Kota Madiun itu memang lebih cantik kala malam. Munir menambahkan kunjungan Komisi III merupakan tindak lanjut dari kunjungan Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Daerah-daerah di Jawa Tengah memang direkomendasikan untuk melihat Kota Madiun terutama terkait penataan kotanya.

‘’Perubahan di Kota Madiun luar biasa. Beberapa anggota kami pernah berkunjung ke DPRD Kota Madiun saat masih berkantor di dekat lokasi. Seingat kami dulu kawasan itu kumuh. Tetapi sungai yang kumuh itu malah jadi destinasi wisata pemacu ekonomi sekarang,’’ imbuhnya.

Munir menyebut hasil kunjungan di Kota Madiun bakal dijadikan rekomendasi kepada calon kepala daerah yang terpilih nanti. Di Kabupaten Pekalongan memang akan berlangsung Pilkada. Nah, studi yang dilakukan komisinya akan dijadikan masukan konsep pembangunan di Pekalongan ke depan.

‘’Ini luar biasa karena berhasil memanfaatkan tempat yang kumuh menjadi lebih bernilai. Jadi keterbatasan lahan sebenarnya bukan masalah. Tinggal bagaimana memanfaatkan aset yang ada itu menjadi lebih maksimal dan yang terpenting mampu mendatangkan wisatawan nantinya,’’ kagum Munir.(Madiuntoday/Nanda)

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan Kunjungi Sumber Wangi Bersama Kepala Dinas PUTR Kota Madiun

KEPUTUSAN WALIKOTA MADIUN NOMOR 621-401.110/38/2019 TENTANG PENETAPAN RUAS JALAN SEBAGAI JALAN KOTA MADIUN

Ditulis pada Produk Hukum | Komentar Dinonaktifkan pada KEPUTUSAN WALIKOTA MADIUN NOMOR 621-401.110/38/2019 TENTANG PENETAPAN RUAS JALAN SEBAGAI JALAN KOTA MADIUN