Pemkab Kulon Progo Ingin Tahu Perkembangan Madiun yang Bersolek
Kawasan pedestrian Jalan Pahlawan, Kota Madiun. (Foto: Bambang Jati/sorot.co)

Madiun,(kulonprogo.sorot.co)–Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (14/12/2020). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengetahui cara Pemkot Madiun yang merubah konsep tata kota ikon Madiun, yakni Jalan Pahlawan.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) Diskominfo Kulon Progo, Bambang Susilo mengatakan bila Pemkab Kulon Progo tertarik dengan wajah baru Jalan Pahlawan yang saat ini disebut Pahlawan Street Centre. Saat ini, tampak Jalan Pahlawan mirip dengan kawasan Malioboro, Yogyakarta, sehingga sering disebut sebagai Malioboro van Madiun.

“Kami ingin mencari wawasan tambahan soal perencanaan dan pelaksanaan penataan ulang perkotaan. Saat ini Jalan Pahlawan di Madiun sedang trending dan banyak diperbincangkan karena dianggap sukses bersolek,” kata Bambang, Senin (14/12/2020).

Kulon Progo, kata Bambang, seiring dengan perkambangan pembangunan memerlukan penataan kota yang lebih bisa menampung kepentingan semua pihak. Terlebih keberadaan bandara baru harus didukung dengan tata kota yang juga baru. 

“Kami juga ingin tahu, penataan Kota Madiun ini bersumber dari mana saja dananya dan juga pengelolaannya seperti apa,” imbuh Bambang.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun, Jariyanto menyebut bila penataan ulang ini merupakan salah satu upaya Pemkot Madiun untuk mengangkat seluruh potensi setempat yang ada. Program ini juga merupakan salah satu implementasi atas visi misi Wali Kota Madiun, Maidi yakni Panca Karya.

Adapun konsep penataan kawasan Jalan Pahlawan yang merupakan pusat Kota Madiun memang sengaja disulap layaknya kawasan Malioboro. Lengkap dengan kawasan pedestrian, pujasera dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

“Memang tujuannya untuk mempercantik Kota Madiun agar menjadi tujuan pariwisata. Selain itu, di Pahlawan Street Centre kami juga ajak pelaku UMKM asli Madiun untuk mempromosikan produknya dengan ditempatkan di kawasan pujasera,” terang Jariyanto.

Pengembangan area kawasan perkotaan Madiun, lanjut Jariyanto, tak hanya berfokus pada Jalan Pahlawan saja. Melainkan menyasar sejumlah kawasan yang memiliki akses dengan Jalan Pahlawan. Termasuk mengembangkan area Kampung Pendekar.

“Di Madiun selain UMKM nya, sumber daya manusia juga patut ditonjolkan. Tahun depan akan dimulai pengembangan kawasan Kampung Pendekar sebagai realisasi menonjolkan SDM Kota Madiun,” terang Jariyanto.

Jariyanto mengatakan bila dengan pengembangan area perkotaan dan penataan ulang ini, Pemkot Madiun optimis mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, saat ini sumber PAD Kota Madiun disumbang paling banyak dari sektor perpajakan.

Penataan ulang kawasan perkotaan ini mulai dicanangkan pada akhir tahun 2019 dengan target rampung pada tahun 2020. Namun lantaran pandemi covid-19, target penyelesaian tata kota Madiun diundur hingga tahun 2021 mendatang.

“Karena ada re-focusing dana Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD), maka untuk pelaksanaan tata kota ini kemudian dilaksanakan secara berkala sesuai dana yang ada. Kami berharap pandemi tidak semakin memburuk agar target rampung pada 2021 bisa terealisasi,” tutup Jariyanto.

Sumber : Sorot KulonProgo oleh : bambang-jati